IDIK M S PRODUCTIONS. Diberdayakan oleh Blogger.

Pelopor

Pelopor
Idik Saeful Bahri dan Eko Budi Prasetyo

Terjemahan

Sabtu, 15 Desember 2012

PAHAM FISIKA

Tulisan berikut dan tulisan-tulisan selanjutnya yang berkaitan dengan ilmu fisika ini saya coretkan sebagai sebuah motivasi dan sebuah pembayaran hutang dari sebuah kenyataan bahwasanya saya selama ini yang dibesarkan di dunia pendidikan atau pemikiran fisika tidak begitu memahami secara filosofis apa itu sebenarnya ilmu fisika. Ilmu fisika semenjak SMP sampai universitas selalu saja saya pahami secara terpetak-petak bukan sebagai sebuah keseluruhan sehingga pemahaman saya terhadap ilmu fisika ibarat sebuah hafalan yang sering kali tak mampu diingat lagi ketika tidak dibutuhkan atau tidak digunakan. Ilmu fisika merupakan sebuah upaya pemahaman terhadap alam semesta yang sangat indah sebenarnya. Terutama apabila dikaitkan bukan dalam kerangka rumus-rumus dan simbol-simbol yang cenderung bagi (dari pengalaman pemelajaran saya selama ini di institusi pendidikan formal) malah menjauhkan dari upaya pemahaman alam semesta itu sebenarnya. Rumus-rumus dan simbol-simbol memanglah sebuah upaya sistematik dan upaya pemudahan pemahaman, akan tetapi saya dengan segenap pengalaman pendidikan saya, rumus-rumus fisika itu bak sebuah harga mati. Fisika dalam pengalaman pendidikan saya ibarat hafalan-hafalan rumus tanpa mengerti esensi dan pemahaman atas apa yang sebenarnya yang ingin dikatakan oleh ilmu fisika ini. Fisika kemudian menjadi jauh dari pengalaman-pengalaman keseharian saya. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian.
Dalam tulisan awal saya ini saya ingin menjelaskan atau setidaknya memaparkan apa yang sekarang ini, detik ini, entah untuk nanti atau yang dalam masa lalu, mengenai dasar-dasar ilmu fisika. Saya akan memulai dengan pemikiran bapak fisika dunia yaitu Isaac Newton, yang dengan pemikirannya terhadap dunia alam dikeliling kita (dia saya anggap sebagai filosof alam yang paling handal yang pernah lahir) telah merevolusi segala macam pandangan dan budaya dunia, bahkan bangunan-bangunan teknologi manusia. Saya tidak begitu peduli atas fakta bahwa banyak sekali tulisan-tulisan yang telah membahas mengenai hal ini. Saya disini hanya pengen menulis dan mengajari diri saya untuk lebih mengenal ilmu yang satu ini dengan upaya yang murni dari diri saya bukan karena tekanan pendidikan maupun komunitas fisika. Saya hanya pengen nulis dan nulis saja.
Tulisan saya disini bukanlah mengikuti gaya ilmiah yang menghilangkan subjek penulisnya ketika menorehkan pemahamannya. Tulisan saya merupakan hasil pemikiran dan pemahaman saya, dengan demikian saya ingin menuliskan pemahaman fisika saya dalam kerangka subjektifitas saya sendiri. Apakah ini salah? Menurut saya tidak. Pemahaman kita terhadap alam semesta yang dinamai ilmu fisika juga merupakan hasil dari subjektifitas manusia. Ini setidaknya menurut saya. Oh ya, jikalau ada yang salah dengan pemahaman saya atas ilmu fisika ini, (karena saya yakin banyak sekali orang yang lebih menguasai ilmu ini dibandingkan saya) saya mohon maaf dan mohon dikoreksi. Disini saya lebih mengutamakan dasar-dasar filosofis atas ilmu fisika itu sendiri dan sedikit mungkin untuk mengutarakannya dalam kerangka yang lebih rumit.
Disini sedapat mungkin saya menghindari penggunaan simbol-simbol atau rumus-rumus fisika yang sering membuat alergi para pelajar atau seseorang yang belajar fisika. Tujuannya adalah memahami dan mengerti bukan untuk keperluan tetek bengek hitungan khas rumus-rumus fisika. Baiklah, saya mulai saja mulai dari Hukum Pertama Newton tentang Gerak.

MNGENAL KESELAMATAN

Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus juga dapat membahayakan. Untuk itu kita harus benar-benar memahami dan mampu memperlakukan alat dan bahan secara aman, sehingga memperkecil resiko terjadinya kecelakaan. Hal-hal apa saja yang harus dipahami oleh seseorang yang akan melakukan kegiatan eksperimen? Nah, simak penjelasan berikut!

1 . Alat dan bahan laboratorium
Di dalam laboratorium terdapat beberapa jenis alat dan bahan, serta perlengkapan laboratorium lainnya. Pengadaan alat dan bahan harus steril. Keselamatan Kerja diperlakukan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan alat dan bahan laboratorium didasarkan pada tujuan yang hendak dicapai. Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen dan penelitian. Bahan adalah suatu benda yang diteliti atau diuji dalam praktikum dan eksperimen. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan terhadap alat dan bahan yang digunakan? Untuk mencegah terjadinya bahaya dari alat dan bahan yang digunakan, maka perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini:
  • Biasakan membawa peralatan dari kaca dengan sikap vertikal dengan menggunakan kedua tangan, dan jangan dijinjing. 
  • Gunakan pipet isap atau tekan karet dengan pijitan. 
  • Jangan menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, terutama ketika atau selesai dipanaskan. 
  • Jangan menghadapkan mulut tabung reaksi yang sedang atau setelah dipanaskan ke arah tubuh orang lain. 

IDIK M S

IDIK M S

Cari Data

Memuat...
Blog ini merupakan blog kelompok belajar yang mendalami teori-teori Fisika. Meskipun berasal dari kelompok belajar SMAN 3 Kuningan, tapi kami mencoba untuk membuat blog ini dapat dibaca oleh semua kalangan

Berita Terkini

Loading...

Terbaru