About

Idik Saeful Bahri mengucapkan selamat datang dan selamat mencari inspirasi di Blog-blog yang sudah menjadi bagian dari blog Idikms. Jangan sungkan untuk memberikan kontribusi dan kritik, serta jangan bosan untuk kembali mampir disini.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

DIX VUL RY

DIX VUL RY

Jumat, 20 Januari 2017

JADI PENULIS AKTIF DI BR, DAPET Rp.100.000

PELUANG PENGHASILAN SAMPINGAN
Telah rilis portal online www.BahasaRakyat.com sebagai ajang untuk memberikan opini bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan motto, “Membangun Bahasa yang Objektif, Inspiratif, dan Penuh Argumentatif”, Bahasa Rakyat (BR) membuka kesempatan kepada siapapun untuk menjadi penulis aktif di dalamnya.
Ada reward sebesar Rp. 100.000 bagi pengirim naskah tulisan dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Setiap artikel “yang diposting” di web Bahasa Rakyat (BR) sama dengan satu poin angka.
  2. Reward Rp. 100.000 dapat dicairkan apabila sudah terkumpul 50 poin, artinya ada 50 artikel anda yang sudah dipublikasikan di web Bahasa Rakyat (BR).
  3. Tidak ada ketentuan dalam batasan waktu, sehingga anda tidak terburu-buru untuk mengirimkan naskah. Selama apapun anda mengumpulkan 50 poin, reward akan tetap cair ke rekening anda.
Adapun ketentuan penulisan artikel harus mencakup persyaratan berikut :
  1. Bebas dari plagiasi. Jika tertangkap alat pendeteksi plagiarism dengan komposisi lebih dari 70% isi tulisannya hasil jiplak tanpa referensi, maka poin akan dicabut.
  2. Artikel yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain, baik media online maupun cetak. Jika seandainya terbukti telah dipublikasikan, maka poin yang di dapat akan di cabut. Namun jika sudah dipublikasikan di Bahasa Rakyat (BR), anda bisa mempublikasikan di tempat lain. Artinya, Bahasa Rakyat (BR) menjadi tempat publikasi pertama tulisan anda.
  3. Tulisan berbentuk bebas, boleh cerpen, puisi, opini, berita, resensi buku, tugas kuliah/sekolah yang anda kerjakan sendiri, dan lain-lain.
  4. Tulisan harus bebas dari keberpihakan (harus objektif), khususnya dalam opini politik. Berikan argumentasi secara teoretik jika keberpihakan itu mutlak dilakukan.
  5. Tulisan tidak mengandung unsur sentimen SARA, hinaan, cacian, dan lain-lain yang bertentangan dengan hukum.
  6. Isi muatan artikel 100% menjadi tanggung jawab penulis.
  7. Artikel boleh ditulis dalam berbagai bahasa, baik bahasa nasional, bahasa daerah, juga bahasa asing.
  8. Dalam pengiriman naskah, gunakan nama lengkap anda (tambahkan gelar), bukan nama panggilan maupun inisial, hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang akan mengutip tulisan anda.
Segera daftarkan diri anda ke portal www.BahasaRakyat.com dan dapatkan rewardnya. Segala pemberitahuan dan informasi poin akan dikirim melalui e-Mail, usahakan anda selalu update membuka e-Mail setiap saat.
Pendaftaran silahkan kirim melalui e-Mail dengan format :
NAMA LENGKAP (plus gelar)
NOMOR REKENING
Info lengkap dan pengiriman naskah silahkan hubungi Bahasa Rakyat (BR) melalui e-Mail :
web(dot)BahasaRakyat(at)gmail(dot)com
Silahkan share informasi ini, Bahasa Rakyat (BR) berkomitmen untuk menangkal paham radikalisme, hate speech, berita-berita bohong (hoax), dan opini menyesatkan yang biasa menyebar di media sosial. Biarkan kebenaran menghampiri dunia ini melalui tangan-tangan akademisi.


Kamis, 19 Januari 2017

FISIKA SEBAGAI SIKAP

Dari penjelasan mengenai hakekat fisika sebagai produk dan hakekat fisika sebagai proses di atas, tampak terlihat bahwa penyusunan pengetahuan fisika diawali dengan kegiatan-kegiatan kreatif seperti pengamatan, pengukuran dan penyelidikan atau percobaan, yang kesemuanya itu memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dan pemikiran. Jadi dengan pemikirannya orang bertindak dan bersikap, sehingga akhirnya dapat melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah itu. Pemikiran-pemikiran para ilmuwan yang bergerak dalam bidang fisika itu menggambarkan, rasa ingin tahu dan rasa penasaran mereka yang besar, diiringi dengan rasa percaya, sikap objektif, jujur dan terbuka serta mau mendengarkan pendapat orang lain. Sikap-sikap itulah yang kemudian memaknai hakekat fisika sebagai sikap atau “a way of thinking”. Oleh para ahli psikologi kognitif, pekerjaaan dan pemikian para ilmuwan IPA termasuk fisika di dalamnya, dipandang sebagai kegiatan kreatif, karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam disusun dalam fikiran. Oleh sebab itu, pemikiran dan argumentasi para ilmuwan dalam bekerja menjadi rambu-rambu penting dalam kaitannya dengan hakekat fisika sebagai sikap.

FISIKA SEBAGAI PROSES

IPA sebagai proses atau juga disebut sebagai “a way of investigating” memberikan gambaran mengenai bagaimana para ilmuwan bekerja melakukan penemuan-penemuan. Jadi IPA sebagai proses memberikan gambaran mengenai pendekatan yang digunakan untuk menyusun pengetahuan. Dalam IPA dikenal banyak metoda yang menunjukkan usaha manusia untuk menyelesaikan masalah. Para ilmuwan astronomi misalnya, menyusun pengetahuan mengenai astronomi dengan berdasarkan kepada observasi dan prediksi. Ilmuwan lain banyak yang menyusun pengetahuan dengan berdasarkan kepada kegiatan laboratorium atau eksperimen yang terfokus pada hubungan sebab akibat. Sampai pada tahap ini kiranya cukup jelas bahwa, untuk memahami fenomena alam dan hukum-hukum yang berlaku, perlu dipelajari objek-objek dan kejadian-kejadian di alam itu. Objek-objek dan kejadian-kejadian alam itu harus diselidiki dengan melakukan eksperimen dan observasi serta dicari penjelasannya melalui proses pemikiran untuk mendapatkan alasan dan argumentasinya. Jadi pemahaman fisika sebagai proses adalah pemahaman mengenai bagaimana informasi ilmiah dalam fisika diperoleh, diuji, dan divalidasikan. Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa pemahaman fisika sebagai proses sangat berkaitan dengan kata-kata kunci fenomena, dugaan, pengamatan, pengukuran, penyelidikan, dan publikasi. Pembelajaran yang merupakan tugas guru termasuk ke dalam bagian mempublikasikan itu. Dengan demikian pembelajaran fisika sebagai proses hendaknya berhasil mengembangkan keterampilan proses sain pada diri siswa.  
       Indikator dari setiap keterampilan proses yang meliputi: mengamati, mengklasifikasi, mengukur, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merencanakan penyelidikan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan,  adalah seperti daftar di bawah ini.
a. Indikator mengamati (observasi):
  •    Menggunakan alat indera yang sesuai.
  •    Memberi penjelasan apa yang diamati.
  •    Memilih bentuk pengamatan yang sesuai.
  •    Mencatat persamaan, perbedaan, keteraturan.
  •    Membandingkan
  •    Membuat pengamatan dalam perioda tertentu.
  •    Mencatat kekecualian/atau hal yg tak diharapkan.
  •    Menjelaskan suatu pola.
  •    Menemukenali (identifikasi menurut pola tertentu).
b. Indikator mengklasifikasi /mengkatagori/seriasi:
  •    Memberi urutan pada peristiwa yang terjadi.
  •    Mencari persamaan dan perbedaan.
  •    Menentukan kriteria pengelompikkan.
  •    Menempatkan pada kelompok tertentu berdasarkan kriteria.
  •    Memilih (memisahkan dengan jumlah kelompok tertentu).
  •    Mengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu yang ditemukan dalam pengamatan
  •    Memisahkan dengan berbagai cara.
c. Indikator mengukur/melakukan pengukuran:
  •    Memilih alat ukur yang sesuai
  •    Memperkirakan dengan lebih tepat
  •    Menggunakan alat ukur dengan ketepatan tertentu
  •    Menemukan ketidakpastian pengukuran
d. Indikator mengajukan pertanyaan:
  • Mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan.
  • Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat dijawab dengan penemuan ilmiah.
  • Mengubah pertanyaan menjadi bentuk yang dapat dijawab dengan percobaan.
  • Merumuskan pertanyaan berlatar belakang hipotesis (jawab dapat dibuktikan).
e. Indikator merumuskan hipotesis:
  • Merncoba menjelaskan pengamatan dalam terminologi konsep dan prinsip.
  • Menyadari fakta bahwa terdapat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan suatu gejala.
  • Menggunakan penjelasan untuk membuat prediksi dari sesuai yang dapat diamati atau dibuktikan
f. Indikator merencanakan penyelidikan/percobaan:
  • Merumuskan masalah.
  • Menemukenali variabel kontrol.
  • Membandingkan variabel bebas dan variabel terikat.
  • Merancang cara melakukan pengamatan untuk memecahkan masalah
  • Memilih alat dan bahan yang sesuai
  • Menentukan langkah-langkah percobaan
  • Menentukan cara yang tepat untuk mengumpulkan data
g. Indikator menginterpretasi/menafsirkan informasi:
  • Menarik kesimpulan.
  • Menggunakan kunci atau klasifikasi.
  • Menyadari bahwa kesimpulan bersifat tentatif
  • Menggeneralisasi.
  • Membuat dan mencari pembenaran dari kesimpulan sementara
  • Membuat prediksi berdasarkan pola atau patokan tertentu
h. Indikator berkomunikasi:
  • Mengikuti penjelasan secara verbal.
  • Menjelaskan kegiatan secara lisan, menggunakan diagram.
  • Menggunakan tabel, grafik, model, dll, untuk menyajikan informasi.
  • Memilih cara yang paling tepat untuk menyajikan informasi.
  • Menghargai adanya perbedaan dari audien, dan memilih metoda yang tepat.
  • Mendengarkan laporan, menanggapi dan memberikan saran.
  • Memberi sumbangan saran pada kelompok diskusi.
  • Menggunakan sumber tidak langsung untuk memperoleh informasi.
  • Menggunakan teknologi informasi yang tepat.

FISIKA SEBAGAI PRODUK

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia, terjadi interaksi antara manusia dengan alam lingkungan. Interaksi itu memberikan pembelajaran kepada manusia sehinga menemukan pengalaman yang semakin menambah pengetahuan dan kemampuannya serta berubah perilakunya. Dalam wacana ilmiah, hasil-hasil penemuan dari berbagai kegiatan penyelidikan yang kreatif dari para ilmuwan dinventarisir, dikumpulkan dan disusun secara sistematik menjadi sebuah kumpulan pengetahuan yang kemudian disebut sebagai produk atau “a body of knowledge”. Pengelompokkan hasil-hasil penemuan itu menurut bidang kajian yang sejenis menghasilkan ilmu pengetahuan yang kemudian disebut sebagai fisika, kimia dan biologi. Untuk fisika, kumpulan pengetahuan itu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori dan model. 
a. Fakta
       Fakta adalah keadaan atau kenyataan yang sesungguhnya dari segala peristiwa yang terjadi di alam. Fakta merupakan dasar bagi konsep, prinsip, hukum, teori atau model. Sebaliknya kita juga dapat menyatakan bahwa, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model keberadaannya adalah untuk menjelaskan dan memahami fakta.
b. Konsep
       Konsep adalah abstraksi dari berbagai kejadian, objek, fenomena dan fakta. Konsep memiliki sifat-sifat dan atribut-atribut tertentu. Menurut Bruner, Goodnow dan Austin (collette dan chiappetta: 1994) konsep memiliki lima elemen atau unsur penting yaitu nama, definisi, atribut, nilai (value), dan contoh. Yang dimaksud dengan atribut itu misalnya adalah warna, ukuran, bentuk, bau, dan sebagainya. Sesuai dengan perkembangan intelektual anak, keabstrakan dari setiap konsep adalah berbeda bagi setiap anak. Menurut Herron dan kawan-kawan (dalam Collette dan Chiappetta 1994), konsep fisika dapat dibedakan atas konsep yang baik contoh maupun atributnya dapat diamati, konsep yang contohnya dapat diamati tetapi atributnya tidak dapat diamati, dan konsep yang baik contoh maupun atributnya tidak dapat diamati.
c. Prinsip dan hukum
       Istilah prinsip dan hukum sering digunakan secara bergantian karena dianggap sebagai sinonim. Prinsip dan hukum dibentuk oleh fakta-fakta dan konsep-konsep. Ini sangat perlu dipahami bahwa, hukum dan prinsip fisika tidaklah mengatur kejadian alam (fakta), melainkan kejadian alam (fakta) yang dijelaskan keberadaannya oleh prinsip dan atau hukum.
d. Rumus            
       Rumus adalah pernyataan matematis dari suatu fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori. Dalam rumus kita dapat melihat saling keterkaitan antara konsep-konsep dan variable-variabel. Pada umumnya prinsip dan hukum dapat dinyatakan secara matematis.
e. Teori
       Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat langsung diamati, misalnya teori atom, teori kinetik gas, teori relativitas. Teori tetaplah teori tidak mungkin menjadi hukum atau fakta. Teori bersifat tentatif sampai terbukti tidak benar dan diperbaiki. Hawking (1988) yang dikutip oleh Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “kita tidak dapat membuktikan kebenaran suatu teori meskipun banyak hasil eksperimen mendukung teori tersebut, karena kita tidak pernah yakin bahwa pada waktu yang akan dating hasilnya tidak akan kontradiksi dengan teori tersebut, sedangkan kita dapat membuktikan ketidakbenaran suatu teori cukup dengan hanya satu bukti yang menyimpang. Jadi, teori memiliki fungsi yang berbeda dengan fakta, konsep maupun hukum” 
f. Model
       Model adalah sebuah presentasi yang dibuat untuk sesuatu yang tidak dapat dilihat. Model sangat berguna untuk membantu memahami suatu fenomena alam, juga berguna untuk membantu memahami suatu teori. Sebagai contoh, model atom Bohr membantu untuk memahami teori atom.

FISIKA SEBAGAI CARA BERPIKIR

Untuk mewujudkan suatu produk fisika, diperlukan pemikiran dan kreatifitas pada proses pengamatan atau penyelidikan fisika, oleh para ilmuan fisika (a way of thinking). Dalam proses berpikir dan berkreasi, tentu harus diiringi dengan sikap-sikap ilmiah yang harus diterapkan seperti jujur, rasa ingin tahu, bertanggungjawab, disiplin, dan sebagainya.

Kegiatan pemikiran para ilmuwan fisika, dipandang sebagai kegiatan kreatif karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam, dianalisis dalam pikiran. Karenanya, pemikiran para ilmuwan sangat berkaitan dengan hakikat fisika sebagai sikap.

FISIKA SEBAGAI CARA PENYELIDIKAN

Fisika sebagai cara penyelidikan (a way of investigating),merupakan proses yang memberikan gambaran tentang berbagai kegiatan penemuan yang dilakukan para ilmuan, untuk menyusun suatu ilmu pengetahuan. Sebagai dasar dari semua cabang sains (IPA), proses pengamatan atau penyelidikan menjadi kegiatan penting dalam fisika. Fisika tidak akan berkembang tanpa adanya pengamatan yang dikemas dalam rangkaian kegiatan percobaan atau eksperimen. Kegiatan ilmiah tersebut dilakukan untuk membuktikan kebenaran suatu teori, atau untuk menciptakan teori baru.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kegiatan pengukuran dalam fisika. Dalam kegiatan pengukuran, kesesuaian alat-alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data pengukuran harus kamu perhatikan. Alat ukur harus digunakan sesuai fungsinya. Misalnya, ketika kamu menggunakan multimeter, kamu harus menggunakan alat tersebut untuk mengukur tegangan atau hambatan. Karenanya, tidak tepat kamu menggunakan multimeter untuk mengukur  suhu badanmu.

Teori dalam Fisika akan berkembang seiring perkembangan percobaan yang dilakukan para ilmuan. Namun, tidak selamanya teori dirumuskan melalui kegiatan pengamatan. Kehebatan dalam berimajinasi oleh para ilmuan, ternyata mampu menghadirkan teori baru yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu pengamatan. Teori relativitas, teori elektromagnetik tentang cahaya, dan hukum gravitasi universal Newton, merupakan sederetan hasil imajinasi cerdas para ilmuan.

TUJUAN DAN BIDANG KAJIAN FISIKA

1) Tujuan mempelajari fisika
Tujuan mempelajari fisika adalah agar manusia mengenai bagian-bagian dasar dari benda dan memahami interaksi antarbenda sehingga menimbulkan gejala-gejala di alam maupun lingkungan. Selain itu, agar manusia mampu menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi.Fisika juga menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Fisika tidak hanya berlaku untuk benda-benda berukuran besar seperti planet dan matahari. Benda-benda kecil pun seperti muon, elektron, proton, bahkan foton, dapat dijelaskan melalui ilmu fisika.

2) Bidang kajian fisika
Telah disebutkan sebelumnya, bahwa fisika merupakan ilmu yang paling mendasar dari semua cabang sains (IPA) dan berhubungan dengan perilaku dan struktur materi. Banyak bidang yang dapat dikaji dalam fisika, misalnya mekanika, gelombang dan optik,listrik dan magnet,termodinamika, relativitas, dan sebagainya. Mekanika misalnya, merupakan ilmu fisika tertua yang mempelajari tentang gerak, penyebab dan akibatnya.

Fisika terbagi menjadi fisika klasik dan fisika modem. Fisika klasik adalah Fisika yang didasari pada prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, misalnya, mekanika, optika, termodinamika, dan magnet. Sedangkan fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik, serta partikel-partikel subatomik atau gelombang. Fisika modern berkembang pesat pada abad ke-20 dan ke-21 sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh pasangan suami istri Pierre Currie dan Marie Currie.

FISIKA KUMPULAN PENGETAHUAN

Fisika sebagai kumpulan pengetahuan

Fisika merupakan kumpulan pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini mulanya ditangkap oleh indera manusia, misalnya mata sebagai alat optik dapat digunakan untuk melihat karena adanya cahaya; petir menggelegar dapat ditangkap oleh
indera pendengaran; indra peraba seperti kulit, dapat merasakan panas.

Melalui proses interaksi antara manusia dengan alam, manusia akan menemukan suatu pengetahuan. Hasil penemuan manusia maupun penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuan, selanjutnya disusun menjadi sebuah kumpulan pengetahuan (a body ofknowledge) yang disebut sebagai produk. Kumpulan pengetahuan  tersebut, dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, ramus, teori, dan model.

FAKTA KEREN FISIKA

Orang yang beranggapan sains membosankan, mereka salah. Berikut 10 fakta yang menjadi alasan mengapa sains tak membosankan bahkan cukup unik. Menurut penulis We Need to Talk About Kevin, Marcus Crown, berikut 10 fakta unik tentang ilmu fisika:

1. Jika matahari terbuat dari pisang.
Matahari panas karena beratnya yang luar biasa, sekitar bermiliar-miliar ton dan membuatnya menjadi inti tekanan kolosal. Tekanan besar menimbulkan temperatur besar. Jika matahari terbuat dari pisang, maka beratnya akan bermiliar-miliar ton dan memiliki efek yang sama dengan matahari.

2. Semua materi pembuat ras manusia dapat masuk dalam kotak gula.
Atom merupakan 99,9999999999999999% ruang kosong. Jika semua atom dipaksa bersatu dan menghilangkan ruang di antaranya seperti kotak gula, maka massanya sekitar 10 kali massa manusia hidup. Hal ini serupa yang terjadi pada bintang netron, massa super padat peninggalan supernova.

3. Peristiwa di masa depan dapat mempengaruhi peristiwa di masa lalu.
Keanehan dunia kuantum didokumentasikan. Tetapi keanehan itu semakin aneh. Menurut eksperimen fisikawan John Wheeler dan peneliti lain pada 2007, perubahan partikel masa kini dapat mengubah partikel pada masa lalu.

4. Hampir sebagian besar semesta menghilang
Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar galaksi di kosmos. Setiap galaksi memiliki 10 juta bintang. Matahari kita memiliki berat bermiliar-miliar ton. Materi ini merupakan materi terlihat di semesta.
Materi lain disebut ‘materi gelap’. Materi ini masih butuh penjelasan dan tampaknya materi ini merupakan perluasan semesta.

5. Benda dapat bergerak lebih cepat dari cahaya.
Kecepatan cahaya konstan pada ruang hampa adalah 300 ribu km/detik, dan cahaya tak selalu melewati ruang hampa. Dalam air, foton bergerak sepertiga kecepatan awal. Dalam reaktor nuklir, beberapa partikel dipaksa bergerak dalam kecepatan tinggi bahkan lebih cepat dari cahaya.

6. Ada jumlah tak terbatas saat menulis dan membaca
Menurut standar model kosmologi saat ini, jumlah semesta yang dapat dihitung pun tak ada batasnya seperti buih. Namun, jumlah kemungkinan sejarah terbatas karena jumlah peristiwa terjadi juga terbatas.

7. Lubang Hitam tidak hitam
Lubang hitam memang sangat gelap, tapi tak hitam. Mereka bersinar dan memberi sedikit spektrum cahaya, temasuk cahaya yang dapat dilihat.

8. Penjelasan mendasar dari semesta tak termasuk masa lalu, kini atau masa depan
Menurut teori relativitas, tak ada hal seperti masa kini atau masa depan atau masa lalu. Bingkai waktu sangat relatif. Waktu kita sama karena kita bergerak pada kecepatan yang sama. Jika kita bergerak pada kecepatan berbeda, kita akan menemukan bahwa kita menua lebih cepat.

9. Partikel dapat mempengaruhi sisi lain semesta dalam sekejab
Ketika elektron bertemu kembaran antimateri, keduanya akan hancur dalam kilatan energi dan dua foton akan terbang dari ledakan itu.
Kembaran itu akan mulai berputar pada arah sebaliknya, dan secara instan kembaran di sisi lain semesta juga ikut berputar.

10. Semakin cepat bergerak, semakin berat
Jika Anda berlari dengan cepat, berat Anda akan bertambah. Tak permanen, tapi secara sesaat akan menambah sedikit berat. Menurut teori relativitas, massa dan energi adalah sama. Semakin banyak energi yang dikeluarkan, semakin berat massanya.

BIDANG FISIKA

Hubungan Fisika Dengan Ilmu Pengetahuan Lain

Tujuan mempelajari ilmu fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda, serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi. Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang, hukum fisika berlaku universal. Tinjauan suatu fenomena dari bidang fisika tertentu akan memperoleh hasil yang sama jika ditinjau dari bidang fisika lain. Selain itu konsep-konsep dasar fisika tidak saja mendukung perkembangan fisika sendiri, tetapi juga perkembangan ilmu lain dan teknologi. Ilmu fisika menunjang riset murni maupun terapan. Ahli-ahli geologi dalam risetnya menggunakan metode-metode gravimetri, akustik, listrik, dan mekanika. Peralatan modern di rumah sakit-rumah sakit menerapkan ilmu fisika. Ahli-ahli astronomi memerlukan optik spektografi dan teknik radio. Demikian juga ahli-ahli meteorologi (ilmu cuaca), oseanologi (ilmu kelautan), dan seismologi memerlukan ilmu fisika.


Fisika Dalam Bidang Pengukuran

Fisika lahir dan berkembang dari hasil percobaan dan pengamatan. Percobaan (eksperimen) dan pengamatan (observasi) memerlukan pengukuran (measurement) dengan bantuan alat-alat ukur, sehingga diperoleh data/ hasil pengamatan yang bersifat kuantitatif. Sebagai contoh, hasil pengukuran pada suatu percobaan diperoleh panjang terukur 4 meter, volume air 10 cm3 pada suhu 15 °C. Dalam fisika, panjang, volume, dan suhu adalah sesuatu yang dapat diukur. Sesuatu yang dapat diukur itu disebut besaran. Besaran mempunyai dua komponen utama, yaitu nilai dan satuan. Dalam ilmu fisika, perlu diingat bahwa tidak semua besaran fisika mempunyai satuan, sebagai contoh indeks bias dan massa jenis relatif.
Itulah pengertian fisika dan manfaatnya, semoga artikel yang Tasik Cyber share dapat bermanfaat dan membantu sobat Tasik Cyber.

MANFAAT FISIKA

Pengertian Fisika Dan Manfaatnya - Fisika berasal dari bahasa Yunani yang artinya “ALAM”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini pada awalnya adalah apa yang dialami oleh indra kita, misalnya penglihatan menemukan optika atau cahaya, pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, dan indra peraba yang dapat merasakan panas.
Pengertian Fisika Dan Manfaatnya

Mengapa kita perlu mempelajari Fisika? Fisika menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Menurut sejarah, fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dengan pengamatanpengamatan dari gerakan benda-benda langit, bagaimana lintasannya, periodenya, usianya, dan lain-lain. Bidang ilmu ini telah dimulai berabad-abad yang lalu, dan berkembang pada zaman Galileo dan Newton. Galileo merumuskan hukum-hukum mengenai benda yang jatuh, sedangkan Newton mempelajari gerak pada umumnya, termasuk gerak planet-planet pada sistem tata surya.

Definisi Fisika Dan Manfaat Fisika,definisi fisika,ruang fisika,teori fisika,pelajaran fisika,tugas fisika,materi fisika,sejarah fisika,arti fisika,sistem fisika,bidang fisika,yang dipelajari dalam fisika,bagian fisika,sistem fisika,histori fisika,penemuan fisika,ilmu fisika,pengetahuan fisika,fisika dasar,awal mula fisika,manfaat fisika,keuntungan fisika,kegunaan fisika,aplikasi fisika,fisika terapan

Pada zaman modern seperti sekarang ini, ilmu fisika sangat mendukung perkembangan teknologi, industri, komunikasi, termasuk kerekayasaan (engineering), kimia, biologi, kedokteran, dan lain-lain. Ilmu fisika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomenafenomena yang menarik. Mengapa bumi dapat mengelilingi matahari? Bagaimana udara dapat menahan pesawat terbang yang berat? Mengapa langit tampak berwarna biru? Bagaimana siaran/tayangan TV dapat menjangkau tempattempat yang jauh? Mengapa sifat-sifat listrik sangat diperlukan dalam sistem komunikasi dan industri? Bagaimana peluru kendali dapat diarahkan ke sasaran yang letaknya sangat jauh, bahkan antarbenua? Dan akhirnya, bagaimana pesawat dapat mendarat di bulan? Ini semua dipelajari dalam berbagai bidang ilmu fisika.

Bidang fisika secara garis besar terbagi atas dua kelompok, yaitu fisika klasik dan fisika modern. Fisika klasik bersumber pada gejala-gejala yang ditangkap oleh indra. Fisika klasik meliputi mekanika, listrik magnet, panas, bunyi, optika, dan gelombang yang menjadi perbatasan antara fisika klasik dan fisika modern. Fisika modern berkembang mulai abad ke-20, sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh keluarga Curie.

TENTANG FISIKA

Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar
yang banyak digunakan sebagai dasar bagi ilmu-ilmu yang
lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam secara
keseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, dan
fenomena atau kejadian alam, baik yang bersifat makroskopis
(berukuran besar, seperti gerak Bumi mengelilingi
Matahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukuran
kecil, seperti gerak elektron mengelilingi inti) yang
berkaitan dengan perubahan zat atau energi.
Fisika menjadi dasar berbagai pengembangan ilmu
dan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lain
membentuk disiplin ilmu yang baru, misalnya dengan
ilmu astronomi membentuk ilmu astrofisika, dengan
biologi membentuk biofisika, dengan ilmu kesehatan
membentuk fisika medis, dengan ilmu bahan membentuk
fisika material, dengan geologi membentuk geofisika, dan
lain-lain..

IDIK M S

IDIK M S

Partisipasi Publik

Anda bisa ikut berpartisipasi dalam memberikan sebuah opini, informasi, data yang bisa di download atau apapun itu, dengan mengirimkan melalui E-Mail idikms@gmail.com dengan format:
1. Nama Pengirim
2. Judul Bahan
3. Masukkan alamat Blog yang hendak menampilkan data anda
Sebagai contoh :
Nama Pengirim = Idik Saeful Bahri
Judul Bahan = DOWNLOAD E-BOOK MAHASISWA
Alamat Blog = idikms.blogspot.com, 3kuningan.blogspot.com, dan viking-bobotoh-persib.blogspot.com

IDIK SAEFUL BAHRI

IDIK SAEFUL BAHRI